Info Terkini

Jadwal Pelatihan 2014:

>> JAKARTA

Segera daftarkan diri Anda dengan menghubungi Novi 0811804150 (jika telp sedang tidak diangkat mohon SMS dengan format *contoh = Daftar JSJ Reproduksi 10Nov, Nama Lengkap, Alamat Email)

JSJ 2014

Tips JSJ:

>>P3K Penyembuhan Anak

Kisah Inspirasi Kebijaksanaan:

>> Kisah Sang Guru Bijak dan Pengemis Tua

>> Berbakti Kepada Ibu

>> Cinta Kepada Semua Makhluk Hidup

Advertisements

Pelatihan Terbaru : Batin Tenang dan Damai dengan Jin Shin Jyutsu

Pelatihan ini merupakan modul terbaru dari Seni Penyembuhan Jepang, Jin Shin Jyutsu. Dalam pelatihan berdurasi 3 jam ini peserta akan belajar konsep dasar Jin Shin Jyutsu sekaligus mengenal 26 lokasi Safety Energy Locks yang tersebar di tubuh.

Peserta akan belajar mengenai keterhubungan antara emosi dengan organ tubuh sekaligus mengidentifikasi emosi-emosi yang masih tersangkut di batin  yang diakibatkan oleh peristiwa hidup tidak nyaman yang pernah dialami. Peserta juga diajak untuk mengidentifikasi berbagai rasa ketidaknyamanan di fisik sebagai ‘penuntun’ untuk menemukan adanya sangkutan emosi di batin.

Akhirnya peserta akan belajar sekaligus mempraktikkan resep-resep Jin Shin Jyutsu untuk menyembuhkan reaksi buruk di pikiran akibat  kejadian masa lalu yang pada akhirnya menimbulkan rasa tenang dan damai di batin.

Catatan:

– Tempat Terbatas. Saat ini modul ini hanya diselenggarakan di Jakarta

– Biaya Pelatihan Rp 750.000,-

– Hubungi Novi 0811804150 untuk pendaftaran (atau sms dengan format ” Daftar JSJ Penyembuhan Trauma, _______, Nama Lengkap, alamat email”)

Sekilas Safety Energy Locks (SELs)

SEL adalah singkatan dari Safety Energy Lock. Jika saya istilahkan dalam bahasa Indonesia adalah Sekring Pengaman Energi.

Di dalam Jin Shin Jyutsu, setiap diri manusia memiliki 26 SEL yang tersebar di tubuh. Dari mulai kepala, leher, bahu, tangan badan hingga kaki. Ke 26 SEL ini berfungsi bagai sekring listrik di rumah kita yang bertugas untuk melindungi adanya aliran listrik yang melebihi kapasitas/ beban yang bisa mengakibatkan kebakaran. Pada saat aliran listrik yang terjadi melebihi beban yang seharusnya, maka sekring berperan untuk ‘menutup’/ ‘memutus’ sementara aliran listrik di rumah dan melindungi rumah dari kemungkinan terjadinya kebakaran.

Sekring di rumah juga berfungsi untuk mengingatkan kita sebagai penghuni rumah bahwa ada kelebihan pemakaian listrik sehingga kita mampu dengan segera mematikan alat-alat elektronik di rumah kita yang tidak perlu. Pada saat kita tahu dan sadar alat-alat elektronik mana saja yang mungkin mengakibatkan berlebih kemudian mematikannya, baru kita bisa secara aman membuka kembali sekring yang sempat mati sehingga kita bisa kembali menikmati arus listrik yang bermanfaat untuk rumah kita.

Sama halnya dengan sekring di rumah kita, tubuh kita juga memiliki ‘sekring pengaman’ yang berfungsi sama seperti yang di rumah. Ini yang kita sebut sebagai Safety Energy Lock atau ‘Sekring Pengaman Energi’.

Dalam Jin Shin Jyutsu, kita belajar untuk mengetahui dan mengenal ke 26 Sekring Pengaman Energi ini. Hanya dengan sesederhana sentuhan ringan (tanpa ditekan dan dipijit) di lokasi-lokasi ini kita akan mampu memulai untuk membuka kembali Sekring Pengaman Energi mengaktifkan kembali kemampuan penyembuhan diri kita sendiri. Mengingat SEL berbentuk seperti bola dengan diameter sekitar 14 cm, maka kita tidak akan pernah meleset saat menyentuh SEL di tubuh kita.

Ingin mencoba menyentuh salah satu SEL di tubuh Anda? Silakan menduduki kedua tangan anda dengan kedua sisi pantat Anda. Tepat di pantat Anda ada SEL no 25 yang berfungsi untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh kita.

Selamat berlatih.

Semoga Semua Hidup Berbahagia 🙂

Jin Shin Jyutsu, Seni yang Terlupakan, Seni yang Hadir Kembali (diterjemahkan dari buku Touch of Healing oleh Alice Burmeister) – 2

Selama berada di dalam pondokan tersebut, Jiro berpuasa, bermeditasi dan mempraktekkan berbagai posisi jari tangan dan mengalami kondisi sadar-tidak sadar. Secara fisik tubuhnya menjadi lebih dingin. Namun pada hari ke-7 beliau merasakan seakan-akan tubuhnya diangkat dari kondisi dingin yang amat sangat dan di lempar ke dalam tungku yang sangat panas. Pada saat intensitas panas-nya mereda, beliau mengalami kondisi damai dan tentram yang luar biasa. Satu hal yang mengejutkan beliau adalah beliau mengalami kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Kemudian beliau bersimpuh dan mengucapkan terimakasih serta bersyukur atas kesembuhan yang dialami dan berikrar untuk mempelajari seni penyembuhan ini sepanjang hidupnya.

Komitmen Jiro untuk memahami penyebab dari ketidakharmonisan dalam tubuh manusia sangatlah mengagumkan. Dalam perjalanan hidupnya mempelajari seni penyembuhan ini, Jiro melakukan riset-nya pada para tunawisma yang banyak menempati di Wano Park, Tokyo. Jiro merawat dengan baik orang-orang di sana dan belajar variasi sangat beragam dari berbagai penyakit yang diderita oleh para tunawisma. Pernah suatu saat, beliau sedang mempelajari mengenai gangguan di telinga selama beberapa waktu. Beliau dengan tekun akan mempelajarinya hingga benar-benar mengerti akan segala sesuatu tentang gangguan di telinga. Setelah beliau mengerti, baru kemudian akan berali ke hal lain. Kejeniusan Jiro dalam melakukan penelitian menjadikan Jiro memiliki pemahaman dan kesadaran yang utuh atas seni penyembuhan ini yang kemudian beliau beri nama “Jin Shin Jyutsu.”

Seiring dengan semakin dalamnya pemahaman Jiro atas seni penyembuhan ini, makna dari Jin Shin Jyutsu berkembang. Pada awalnya, beliau memaknainya dengan “the Art of Happiness” (Seni Kebahagiaan), setelah itu “the Art of Longevity” (Seni Panjang Umur), “the Art of Benevolence” (Seni Kebajikan) dan akhirnya bermakna “Seni dari Sang Pencipta melalui manusia yang penuh welas-asih.”

Jin Shin Jyutsu, Seni yang Terlupakan, Seni yang Hadir Kembali (diterjemahkan dari buku Touch of Healing oleh Alice Burmeister) – 1

Jin Shin Jyutsu memiliki arti “Seni dari Sang Pencipta melalui manusia yang penuh welas-asih.” Seni penyembuhan ini berbasis dari kemampuan alami yang sudah ada di dalam diri manusia untuk menyeimbangkan/ mengharmoniskan dirinya sendiri. Selama ribuan tahun, masyarakat kuno terbiasa sadar untuk menggunakan kemampuan alami ini untuk melakukan proses penyembuhan kepada diri sendiri maupun orang lain. Namun, seiring dengan pergantian generasi, kesadaran utk memanfaatkan kemampuan ini menjadi semakin redup hingga sama sekali terlupakan. Pada awal abad ke-20, seorang berkebangsaan Jepang yang bernama Jiro Murai membawa kembali Jin Shin Jyutsu.

Jiro Murai lahir di Taiseimura (sekarang bernama Kaga City), di Ishikawa Prefecture pada tahun 1886. Beliau adalah anak laki-laki ke-2. Ayah Jiro, seperti kebanyakan pendahulunya adalah seorang dokter. Karena Jiro adalah anak laki-laki ke-2, maka Jiro memiliki kebebasan dalam menentukan profesi apa yang akan dijalani dalam hidupnya (mengingat dalam tradisi Jepang, anak tertua berkewajiban memiliki profesi yang sama dengan ayahnya).

Jiro memulai hidupnya sebagai peternak ulat sutra. Namun karena kebiasaan buruknya dalam mengkonsumsi makanan dan minuman (bahkan pernah menjadi pemenang dengan jumlah makanan yang terbanyak dimakan), Jiro mengalami sakit serius saat masih berusia sangat muda, yaitu 26 tahun. Berbagai dokter berusaha keras untuk membantu penyembuhan Jiro, namun kondisinya semakin memburuk hingga kemudian para dokter akhirnya menyerah dan menyatakan bahwa penyakit yang diderita oleh Jiro adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan (terminal ill). Sebagai permintaan Jiro yang terakhir, beliau memohon kepada keluarganya untuk membawanya ke pondokan di sebuah gunung dan membiarkan beliau sendirian di sana selama 7 hari. Jiro berpesan untuk menjemputnya kembali pada hari ke-8.

Apa yang dilakukan Jiro Murai dalam pondokan tersebut selama 7 hari? Tunggu posting berikutnya 🙂

Magic Fingers

Latihan ini bermanfaat untuk mengharmoniskan aliran energi di 10 organ tubuh dan 5 emosi dasar.

Caranya adalah dengan menggenggam dengan lembut dan rileks masing-masing jari tangan dimulai dari ibu jari hingga kelingking (boleh jari tangan kanan ataupun kiri).

Lama menggenggam untuk masing-masing jari adalah sekitar 2 – 3 menit. Boleh lebih lama dari itu dan disarankan untuk tidak kurang dari 2 menit untuk memperoleh hasil yang optimum.

Lakukan latihan Magic Fingers ini kapanpun dan di manapun boleh dengan mata terpejam atau terbuka. Baik posisi duduk, berdiri maupun berbaring. Dalam kondisi hening maupun tidak. Namun upayakan untuk berlatih minimum 2 kali di tempat yang hening dan sambil memejamkan mata.

Selamat berlatih!

    

*foto oleh mas Ibas